Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) memperkenalkan inovasi teknologi polen kelapa sawit guna membantu meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Pelalawan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menyasar para petani kelapa sawit swadaya setempat.

Program bertajuk peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) melalui teknologi penyerbukan buatan (assisted pollination) ini berhasil mendapatkan pendanaan dari Kemdiktisaintek Tahun 2026. Sebanyak 30 petani swadaya dilibatkan secara aktif dalam pelatihan yang diinisiasi oleh tim akademisi ITP2I tersebut.

Wakil Rektor I ITP2I sekaligus Ketua Tim Pengabdian, Salmiyati, M.Pd., Ph.D., menjelaskan bahwa produktivitas lahan sawit milik petani swadaya sering kali berada di bawah potensi maksimalnya. Masalah utamanya terletak pada rendahnya persentase terbentuknya buah (fruit set) akibat kegagalan penyerbukan alami pada bunga betina.

Untuk mengatasi kendala tersebut, tim pengabdian yang juga beranggotakan dosen Yudia Azmi dan Arief Fazlul Rahman memperkenalkan teknologi pengolahan polen. Petani diajarkan cara mengumpulkan polen berkualitas, menyaringnya dengan ayakan 14 mesh, hingga menyimpannya dalam botol kaca pada suhu ekstrem minus 23 derajat Celsius agar daya hidupnya tetap terjaga sebelum diaplikasikan langsung pada bunga betina.

Tidak hanya sekadar teori, para petani juga diajak berdiskusi interaktif mengenai peran serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus dan pentingnya meminimalkan pestisida kimia guna menjaga kelestarian ekosistem kebun. Penerapan Best Management Practices (BMP) juga ditekankan agar budidaya sawit berjalan lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan.

Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Program Studi Agroteknologi ITP2I sebagai fasilitator lapangan. Kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha tani ini diharapkan mampu mempercepat adopsi teknologi tepat guna, memperkuat ekonomi petani, dan mendorong kemandirian sektor perkebunan kelapa sawit nasional.