Seiring dengan akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), PT Bank CIMB Niaga Tbk berkomitmen memperkuat ekosistem keuangan di Kalimantan Timur (Kaltim). Langkah strategis ini diambil guna mempermudah akses pembiayaan dan transaksi perbankan bagi masyarakat serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah penyangga.
Pertumbuhan ekonomi Kaltim sendiri menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Bumi Etam tumbuh sebesar 4,53 persen pada tahun 2025, dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menyentuh Rp889,07 triliun. Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa Kaltim kini bertransformasi menjadi magnet investasi baru yang memerlukan dukungan layanan finansial yang cepat dan adaptif.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, CIMB Niaga mengolaborasikan kantor cabang fisik dengan inovasi digital. Saat ini, perseroan mengoperasikan enam kantor cabang konvensional dan satu cabang syariah di Kaltim. Layanan digital seperti aplikasi OCTO, OCTOBIZ untuk pelaku bisnis, dan OCTO Merchant terus dioptimalkan, terbukti dengan dominasi transaksi non-cabang (branchless banking) yang mencapai 90,6 persen hingga Maret 2026.
Secara nasional, kinerja keuangan CIMB Niaga juga mencatatkan rapor positif pada kuartal pertama tahun 2026 dengan perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun. Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp235,1 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun dengan rasio dana murah (CASA) mencapai rekor tertinggi di angka 73,9 persen. Sektor pembiayaan syariah dan keberlanjutan juga terus menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tidak hanya berfokus pada bisnis, perbankan swasta ini juga aktif dalam pemberdayaan sosial. Lewat inisiatif Program Community Link #JadiBerkelanjutan, CIMB Niaga memberikan pelatihan kepada ratusan pelaku UMKM di kawasan Balikpapan dan Samarinda demi meningkatkan daya saing global. Di sisi lain, perseroan juga menjalin kerja sama dengan UNICEF untuk menanggulangi isu stunting dan pemenuhan gizi anak di Indonesia.