Kasus dugaan pelecehan seksual menimpa seorang pendaki wanita berinisial F (26), yang saat itu tengah melakukan perjalanan pendakian di Gunung Merbabu. Korban yang berdomisili di Purwokerto ini diketahui menggunakan jasa pemandu lepas berinisial H (29) asal Grobogan, setelah keduanya menjalin komunikasi melalui media sosial.
Perjalanan pendakian dilakukan melalui jalur Selo, Boyolali, pada Jumat (29/5). Menurut keterangan korban, mereka sepakat untuk melakukan 'private trip' dengan tujuan akhir di area Sabana 2. Setibanya di lokasi, mereka mendirikan tenda di area yang berdekatan dengan tepi jurang, di mana dugaan tindakan pelecehan tersebut dilaporkan terjadi pada malam hari.
F mengaku berada dalam kondisi tertekan dan ketakutan karena posisi tenda yang berbatasan langsung dengan jurang, sehingga ia tidak leluasa untuk berteriak atau melarikan diri. Keesokan harinya, meskipun sempat tersesat saat hendak turun dari gunung, F berhasil selamat dengan bantuan pendaki lain yang melintas di jalur yang sama.
Akibat peristiwa traumatis tersebut, korban dilaporkan mengalami guncangan psikologis berat, mulai dari sulit tidur, ketakutan berlebih, hingga penurunan kondisi kesehatan fisik yang mengharuskannya mendapatkan perawatan medis. Pihak keluarga korban saat ini telah berupaya melakukan konfrontasi dengan terduga pelaku agar kasus ini dapat diselesaikan dan yang bersangkutan bersedia menyampaikan permohonan maaf secara langsung.