Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi membuka Kejuaraan Tinju Nasional yang memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Jawa Tengah dan Sabuk Emas Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) di Surakarta. Ajang ini menjadi langkah strategis pemerintah provinsi untuk mengembalikan pamor olahraga tinju yang dinilai sempat meredup di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang adu fisik, melainkan momentum pembentukan karakter bagi para atlet. Menurutnya, latihan tinju yang disiplin serta penerapan sportivitas dalam pertandingan adalah modal utama untuk mencetak petinju profesional yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional, seperti jejak sukses legenda tinju Chris John.
Lebih lanjut, Gubernur mendorong ATI Jawa Tengah untuk mengagendakan kejuaraan secara rutin dengan berkolaborasi bersama kepala daerah di berbagai wilayah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya melahirkan talenta baru, tetapi juga memicu pertumbuhan *sport tourism* di Jawa Tengah, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga sebagai bagian dari gaya hidup.
Menanggapi hal tersebut, DPW ATI Jawa Tengah menyambut baik perhatian Pemprov. Asri Purwanti selaku perwakilan ATI menegaskan bahwa dukungan pemerintah sangat krusial dalam menyediakan panggung bagi atlet. Dengan komitmen ini, diharapkan frekuensi penyelenggaraan turnamen dapat ditingkatkan guna menjaring bakat-bakat potensial dari berbagai sasana di seluruh penjuru Jawa Tengah.