Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Maluku Utara kembali meningkat pada Selasa (7/7/2026). Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung tersebut terpantau meletus pada pukul 17.43 WIT dengan menyemburkan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak.
Material abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal, yang bergerak ke arah timur laut. Rekaman seismograf menunjukkan erupsi ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 28 milimeter dengan durasi letusan mencapai 61 detik.
Hingga saat ini, status Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. Aktivitas kegempaan yang tercatat sepanjang hari menunjukkan peningkatan intensitas, termasuk 78 kali gempa letusan, serta berbagai aktivitas tektonik mikro lainnya seperti gempa harmonik dan low frequency yang menandakan dinamika magma di bawah permukaan masih cukup aktif.
Pihak PVMBG menegaskan kembali larangan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah. Khusus untuk sektor bukaan kawah di bagian utara, radius perluasan bahaya ditetapkan hingga 3,5 kilometer demi menghindari risiko lontaran material vulkanik.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2026, Gunung Ibu tercatat menjadi salah satu gunung api paling aktif di Indonesia dengan total 1.006 kali erupsi. Data MAGMA Indonesia menunjukkan bahwa frekuensi erupsi ini menempatkan Gunung Ibu di urutan kedua setelah Gunung Semeru dalam daftar gunung dengan letusan terbanyak di Tanah Air.