Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Selasa (7/7/2026) sore pukul 16.40 WITA, gunung api tersebut melontarkan kolom abu vulkanik hingga ketinggian 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu yang teramati memiliki intensitas tebal dengan arah sebaran menuju barat dan barat laut. Erupsi ini tercatat pada seismograf dengan amplitudo maksimum 10,5 milimeter serta berlangsung selama 140 detik.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih bertahan pada Level III atau Siaga. Catatan pengamatan kegempaan menunjukkan aktivitas yang cukup intens, di mana selama periode pukul 06.00 hingga 12.00 WITA, terdeteksi adanya tiga kali gempa letusan, dua kali gempa hembusan, serta lima kali tremor non-harmonik.
Tercatat bahwa dalam satu pekan terakhir, gunung api ini telah mengalami 17 kali erupsi. Mengingat tingginya frekuensi aktivitas vulkanik tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan agar tidak melakukan segala bentuk aktivitas di dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi guna mengantisipasi bahaya lontaran material pijar maupun awan panas.
Sebagai data pembanding, sepanjang tahun 2026 hingga awal Juli, MAGMA Indonesia telah mencatat sebanyak 2.986 kejadian erupsi di berbagai gunung api di Tanah Air. Gunung Lewotobi Laki-laki sendiri tercatat telah mengalami 331 kali erupsi sepanjang tahun ini, menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia di samping Gunung Semeru.