Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Senin (6/7/2026) pagi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya luncuran awan panas guguran sejauh 1.700 meter yang terjadi pada pukul 08.28 WIB.
Berdasarkan data resmi BPPTKG, awan panas tersebut bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak dengan durasi kejadian selama 103,55 detik dan amplitudo maksimal mencapai 32,92 mm. Hingga saat ini, otoritas kebencanaan tetap menetapkan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.
Selain peristiwa awan panas, pemantauan periode 00.00 hingga 06.00 WIB menunjukkan aktivitas kegempaan yang cukup intens. Tercatat sebanyak 18 kali gempa guguran dan 21 kali gempa hybrid atau fase banyak. Secara visual, petugas juga mendokumentasikan tiga kali guguran lava ke arah barat daya, tepatnya melalui Kali Krasak serta Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur mencapai 1.500 meter.
Merespons peningkatan aktivitas ini, BPPTKG menegaskan kembali imbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di zona bahaya serta menjauhi alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dan mematuhi seluruh arahan dari otoritas setempat demi menjaga keselamatan bersama.