Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali meningkat. Pada Selasa (14/7/2026) pagi pukul 06.51 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dilaporkan mengalami erupsi dengan melontarkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.200 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 4.876 meter di atas permukaan laut.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa kolom abu vulkanik yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal. Hembusan abu tebal tersebut terpantau bergerak condong ke arah timur laut dan timur. Aktivitas seismik ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 19 milimeter serta durasi gempa letusan sekitar 1 menit 43 detik.

Menyusul kejadian tersebut, PVMBG mempertahankan status Gunung Semeru pada Level III (Siaga). Pihak otoritas mengeluarkan rekomendasi ketat agar masyarakat maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak aman tersebut, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan adanya potensi ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak hingga 17 kilometer dari puncak. Larangan beraktivitas juga berlaku mutlak dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif demi menghindari bahaya lontaran batu pijar.

Terakhir, PVMBG mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana susulan seperti awan panas guguran, guguran lava, dan banjir lahar dingin. Ancaman ini sangat berisiko terjadi di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di rute Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta wilayah anak-anak sungai di sekitarnya.