Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Senin (29/6/2026). Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat letusan terjadi tepat pada pukul 16.39 WIB, dengan menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 1.200 meter di atas kawah Jonggring Saloko.

Erupsi tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan berlangsung selama 2 menit 9 detik. Selain luncuran abu, warga di sekitar lereng gunung sempat melaporkan adanya suara dentuman dengan intensitas sedang yang menyertai aktivitas tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, menyatakan bahwa hingga saat ini kondisi masyarakat di sekitar lereng gunung masih terpantau aman dan beraktivitas normal. Meski demikian, otoritas setempat mewaspadai kemungkinan terjadinya hujan abu di wilayah Kecamatan Pasrujambe akibat pergeseran arah angin ke sisi timur.

Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. BPBD memberikan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 13 kilometer di sepanjang jalur Besuk Kobokan. Selain itu, warga dilarang mendekati area dalam radius 500 meter dari tepi sungai yang berhulu di puncak gunung guna menghindari risiko awan panas, guguran lava, maupun banjir lahar dingin yang dipicu oleh curah hujan tinggi.