Gunung Semeru yang terletak di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan terjadinya erupsi pada Sabtu (13/6/2026) dini hari pukul 04.44 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, letusan tersebut terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama 136 detik.
Meski visual letusan tidak teramati secara langsung oleh petugas di lapangan, aktivitas kegempaan yang tercatat menunjukkan intensitas yang cukup tinggi. Tercatat dalam periode pengamatan 13 Juni 2026 pukul 18.00 hingga 23.59 WIB, terjadi 10 kali gempa letusan, satu kali gempa guguran, dan lima kali gempa hembusan. Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III atau Siaga.
Pihak otoritas vulkanologi mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Selain itu, warga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga sejauh 17 kilometer dari puncak.
Data MAGMA Indonesia juga mencatat tingginya frekuensi aktivitas gunung api di Tanah Air sepanjang tahun 2026 yang mencapai 2.596 kali letusan. Gunung Semeru tercatat sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi di Indonesia sepanjang tahun ini dengan total 1.241 kali letusan, menjadikannya salah satu gunung yang paling aktif dipantau saat ini.