Dewan Produktivitas Hong Kong resmi merilis data Indeks Bisnis Terkemuka UKM Hong Kong Standard Chartered untuk kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada Kamis (9/7/2026), indeks tersebut mencatatkan kenaikan sebesar 0,8 poin ke level 44,1, sebuah sinyal positif di tengah dinamika pasar global yang menantang.

Lonjakan paling signifikan terlihat pada sub-indeks Ekonomi Global yang melesat 12,2 poin ke angka 33,1. Peningkatan optimisme ini utamanya disokong oleh membaiknya stabilitas geopolitik internasional, khususnya pasca-gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang turut memberikan efek positif pada stabilisasi harga minyak dunia.

Sektor perdagangan ekspor-impor serta jasa profesional mencatatkan pertumbuhan indeks paling mencolok dengan kenaikan masing-masing sebesar 15,6 dan 15,3 poin. Chief Marketing Officer Dewan Produktivitas Hong Kong, Karen Fung, menilai capaian ini menunjukkan adanya perubahan persepsi yang lebih baik dari para pengusaha kecil dan menengah terhadap kondisi ekonomi luar negeri.

Meski terdapat optimisme eksternal, tantangan operasional di lingkup domestik masih membayangi pelaku usaha. Indeks Kinerja Keuntungan yang berada di angka 37,8 menunjukkan bahwa profitabilitas perusahaan masih menjadi perhatian utama. Selain itu, mayoritas pelaku UKM (64 persen) memprediksi adanya tekanan kenaikan harga bahan baku dalam waktu dekat, sementara sebagian besar masih menahan diri untuk menyesuaikan harga jual produk mereka.

Senior Ekonom Standard Chartered untuk China Besar dan Asia Utara, Kelvin Lau, menjelaskan bahwa ketahanan ekonomi Hong Kong saat ini tidak lepas dari dominasi sektor teknologi. Mengingat sekitar 70 persen ekspor Hong Kong berfokus pada produk elektronik dan kecerdasan buatan (AI), sektor ini berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah fluktuasi geopolitik yang terjadi.