PT Asuransi Jasindo Syariah memproyeksikan penguatan ekuitas perusahaan akan terus didorong melalui jalur pertumbuhan bisnis organik sepanjang tahun 2026. Strategi ini difokuskan pada peningkatan perolehan kontribusi premi, selektivitas dalam pengelolaan underwriting, serta optimalisasi hasil investasi yang lebih terukur.
Sekretaris Perusahaan Jasindo Syariah, Wahyudi, menegaskan bahwa pencapaian target ekuitas perusahaan tidak semata-mata bertumpu pada volume premi. Menurutnya, keberlanjutan profitabilitas melalui penjagaan kualitas bisnis menjadi faktor fundamental yang akan menentukan ketahanan permodalan perusahaan di masa mendatang.
Optimisme perusahaan didorong oleh potensi besar dalam industri asuransi syariah nasional yang terus berkembang. Meningkatnya literasi masyarakat mengenai perlindungan berbasis syariah, diiringi dengan penguatan ekosistem ekonomi syariah serta dukungan regulasi yang stabil, menjadi peluang utama yang akan dioptimalkan oleh Jasindo Syariah melalui manajemen risiko yang prudent dan efisiensi operasional.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan tengah memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis, mulai dari perbankan syariah, lembaga keuangan, hingga komunitas. Langkah ini juga dibarengi dengan pengembangan produk yang lebih inklusif, khususnya di segmen ritel dan mikro, serta pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat akuisisi nasabah.
Dari sisi operasional, Jasindo Syariah berkomitmen untuk meningkatkan retensi nasabah melalui perbaikan kualitas layanan. Perusahaan juga membidik sektor-sektor potensial seperti infrastruktur, energi, hingga UMKM guna memperluas pangsa pasar. Hingga Mei 2026, perusahaan mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp103,34 miliar dengan beban klaim senilai Rp48,66 miliar.