Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Bogor memicu krisis air bersih yang cukup serius di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang. Sebagian besar warga di Kampung Ciburial dan Kampung Landeuh kini harus berjuang keras demi mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan bahwa kondisi terparah terjadi di Kampung Ciburial. Karena sumber mata air lokal telah mati dan sumur-sumur warga tidak lagi mengeluarkan air, penduduk terpaksa menempuh perjalanan hingga ke kawasan Gunung Pancar untuk mendapatkan air bersih.
Berdasarkan data asesmen BPBD, krisis ini berdampak pada sedikitnya 120 kepala keluarga (KK) atau sekitar 555 jiwa. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, merinci bahwa terdapat 70 KK di Kampung Ciburial dan 50 KK di Kampung Landeuh yang memerlukan bantuan mendesak akibat anomali iklim yang menyebabkan curah hujan menurun drastis.
Sebagai langkah penanganan darurat, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor telah menyalurkan 10.000 liter air bersih menggunakan mobil tangki ke lokasi terdampak. Meski pasokan air bersih sementara sudah didistribusikan untuk meringankan beban warga, pihak BPBD terus memantau situasi di lapangan mengingat cadangan air tanah yang terus menyusut akibat kemarau panjang.