Perumda Air Minum Kota Padang mengumumkan penghentian operasional sementara pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Langkah ini dijadwalkan berlangsung mulai Jumat, 10 Juli 2026, pukul 20.00 WIB hingga proses pengerjaan tuntas dilakukan.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyatakan bahwa agenda ini merupakan bagian dari prosedur pemeliharaan rutin dan pengurasan reservoir. Tindakan pembersihan ini krusial untuk mengeliminasi endapan lumpur serta menghambat pertumbuhan lumut, sehingga kualitas dan kontinuitas layanan air bersih bagi pelanggan tetap terjaga optimal.
Penghentian sementara operasional ini diperkirakan akan berdampak pada sekitar 50 ribu pelanggan yang tersebar di wilayah pusat Kota Padang. Sejumlah kawasan yang terdampak mencakup Ulak Karang, Kampung Lapai, Kampung Olo, Tabing Bandar Gadang, Gurun Lawas, Lolong Belanti, Gunung Pangilun, Flamboyan Baru, Rimbo Kaluang, Alai Parak Kopi, Ampang, Lubuk Lintah, Purus, Ujung Gurun, Jati, Anduring, Padang Pasir, hingga Kampung Jao.
Menyikapi kondisi tersebut, pihak manajemen mengimbau pelanggan di kawasan terdampak untuk segera menyediakan cadangan air bersih sebelum aliran terhenti. Upaya penampungan air pada tandon atau wadah penyimpanan mandiri dinilai sangat penting agar kebutuhan harian tetap terpenuhi selama masa pengerjaan berlangsung.
Pihak Perumda Air Minum menargetkan proses pemeliharaan akan selesai dalam waktu satu malam, sehingga distribusi air bersih diharapkan dapat segera normal kembali pada Sabtu pagi keesokan harinya.