Pemerintah Kabupaten Gunung Mas berkolaborasi dengan Tim Penggerak (TP) PKK setempat menyelenggarakan rangkaian program pelayanan kesehatan gratis yang dipadukan dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah strategis ini disebarkan ke sejumlah kecamatan guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus meringankan beban ekonomi rumah tangga akibat fluktuasi harga bahan pokok.

Dalam pelaksanaannya, masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan komprehensif, mulai dari cek kesehatan umum, skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan IVA/SADANIS, hingga deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan HPV DNA. Program ini dirancang sebagai bentuk pelayanan jemput bola agar fasilitas kesehatan preventif dapat menjangkau wilayah pelosok.

Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong, menegaskan bahwa kegiatan lintas sektor ini merupakan realisasi konkret dari Program Tambun Bungai Sehat. Ia menekankan pentingnya kesadaran menjaga kesehatan agar masyarakat dapat tetap produktif dan memiliki kesehatan mental yang baik.

Terkait program pangan, Bupati Jaya menyebutkan bahwa Gerakan Pangan Murah berperan penting sebagai instrumen pengendali inflasi daerah. Intervensi pasar ini diharapkan mampu menjadi penyeimbang harga sehingga masyarakat berpenghasilan rendah tidak terlalu terbebani oleh kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gunung Mas, Mimie Mariatie, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan. Ia menjelaskan bahwa gerakan pemeriksaan kesehatan ini mengedepankan prinsip preventif demi menekan angka penyakit sejak dini, sekaligus menyokong agenda prioritas nasional Program Asta Cita.

Rangkaian kegiatan terintegrasi ini telah menyasar berbagai titik, di antaranya Desa Luwuk Langkuas di Rungan, Desa Sumur Mas di Tewah, Desa Tumbang Mahuroi di Damang Batu, hingga Desa Tumbang Tambirah di Kurun. Selain pelayanan medis dan pangan murah, pemkab setempat juga menyisipkan agenda penguatan spiritual melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bagi warga sekitar.