Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, secara resmi meluncurkan program Sea Market for Excellence Regional Economy atau Semeru sebagai langkah strategis dalam mengentaskan kemiskinan di kawasan pesisir. Program ini dirancang khusus untuk memutus rantai ketergantungan nelayan terhadap tengkulak yang selama ini menekan harga jual hasil tangkapan.

Kepala Bapperida Nabire, Mukayat, menjelaskan bahwa inisiatif ini akan difokuskan pada lima distrik yang menjadi kantong kemiskinan, yakni Yaur, Moora, Napan, Teluk Umar, dan Wapoga. Berdasarkan data, tingkat kemiskinan di wilayah tersebut mencapai 34 persen, jauh di atas rata-rata angka kemiskinan kabupaten yang berada di kisaran 22,65 persen.

Kendala utama yang dihadapi nelayan pesisir adalah tingginya biaya logistik dan sulitnya akses ke pasar pusat kota. Program Semeru hadir sebagai solusi dengan memfasilitasi pertemuan langsung antara nelayan dan pembeli, sekaligus mengoptimalkan peran Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) agar dapat menyerap hasil laut secara lebih masif.

Strategi ini dibangun di atas tiga pilar utama, yakni perluasan akses pasar, integrasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan digitalisasi ekonomi. Melalui aplikasi khusus, nelayan kini dapat memantau informasi harga pasar dan data transaksi secara transparan, selain didorong untuk menciptakan nilai tambah melalui diversifikasi produk olahan laut seperti abon ikan.

Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, memberikan apresiasi penuh terhadap pendekatan kolaboratif ini. Ia berharap sinergi antara dinas terkait, mulai dari sektor perikanan hingga komunikasi dan informatika, mampu mengubah potensi besar kelautan Nabire menjadi kekuatan ekonomi riil yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.