Pemerintah Kabupaten Paser terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan melalui sinergi pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas tenaga medis. Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, menegaskan bahwa bidan memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menyukseskan program prioritas daerah, khususnya dalam mewujudkan generasi desa yang sehat dan cerdas.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Fahmi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Paser yang berlangsung di Pendopo Lou Bepekat. Agenda ini juga dihadiri oleh Anggota DPD RI sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Paser, Sinta Rosma Yenti, yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan sektor kesehatan ibu dan anak.
Dalam paparannya, Bupati menjelaskan bahwa kemudahan aksesibilitas sangat memengaruhi kualitas layanan medis. Pembangunan jalan dan jembatan penghubung di Desa Swanslutung, Prayon, dan Rantau Buta yang rampung pada Juni 2026 lalu, dinilai menjadi kunci krusial dalam mempercepat mobilisasi medis dan mempermudah warga desa menjangkau fasilitas kesehatan terdekat.
Selain pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan juga menjadi fokus utama. Pemkab Paser telah menyalurkan beasiswa pendidikan bagi putra-putri daerah di Politeknik Kesehatan Samarinda, mencakup puluhan mahasiswa untuk program studi keperawatan, kebidanan, hingga promosi kesehatan guna memastikan ketersediaan tenaga medis lokal yang kompeten.
Upaya taktis ini berimplikasi langsung pada indikator kesehatan daerah. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Paser mencatat penurunan angka kematian ibu dari 12 kasus pada 2023 menjadi lima kasus pada 2025. Di sisi lain, penurunan prevalensi stunting juga menunjukkan tren positif, di mana angka stunting berhasil ditekan dari 23,4 persen menjadi 16,86 persen pada tahun 2025.
Guna menekan angka kematian bayi yang masih fluktuatif, Bupati mengimbau para bidan untuk merangkul dukun beranak sebagai mitra strategis dalam mengedukasi ibu hamil agar memilih persalinan yang aman secara medis. Ia juga memastikan bahwa hak-hak ASN maupun PPPK di sektor kesehatan akan terus dipenuhi secara penuh demi menjaga motivasi pelayanan kepada masyarakat Paser.