Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menginisiasi penataan ulang peta peran dan fungsi rumah sakit daerah. Kebijakan strategis ini diambil sebagai tindak lanjut atas pemberlakuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 6 Tahun 2026 serta adopsi sistem Indonesian Diagnosis Related Groups (iDRG) guna meningkatkan efektivitas layanan kesehatan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan agar setiap fasilitas kesehatan memiliki peran yang spesifik dan tidak lagi sekadar mengejar target klasifikasi rumah sakit. Pembagian peran ini nantinya akan diatur secara hierarkis, di mana rumah sakit kabupaten/kota difokuskan pada layanan dasar, sementara rumah sakit provinsi menangani kasus-kasus kompleks. Adapun layanan yang tidak dapat dijangkau oleh pemerintah daerah akan menjadi tanggung jawab rumah sakit milik pemerintah pusat.
Sistem baru ini diharapkan mampu meminimalisasi penumpukan pasien di rumah sakit rujukan utama dengan cara memperkuat kompetensi setiap fasilitas kesehatan di level daerah. Menurut Sumarno, keberhasilan sektor kesehatan tidak boleh hanya diukur dari banyaknya jumlah pasien yang dirawat, melainkan harus berorientasi pada upaya promotif dan preventif untuk memastikan kualitas kesehatan masyarakat secara luas.
Selain aspek pelayanan, pengelolaan keuangan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum (BLU) juga menjadi sorotan. Sumarno menekankan perlunya efisiensi anggaran yang dikelola secara profesional seiring dengan transisi ke sistem pembayaran berbasis iDRG. Dengan mekanisme pembayaran berdasarkan kelompok diagnosis ini, rumah sakit didorong untuk memberikan layanan yang lebih terukur dan efisien tanpa mengorbankan standar mutu kesehatan bagi masyarakat.
Implementasi regulasi ini diproyeksikan sebagai peluang bagi Jawa Tengah untuk menciptakan ekosistem kesehatan yang lebih terarah. Dengan pembagian fungsi yang jelas, tumpang tindih pelayanan maupun persaingan antarfasilitas kesehatan diharapkan dapat dihilangkan, sehingga akses masyarakat terhadap layanan medis yang berkualitas menjadi lebih optimal.