Laga pembuka Piala Presiden 2026 resmi bergulir di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7/2026). Turnamen pramusim bergengsi ini dibuka langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama sejumlah pejabat negara dan tokoh sepak bola nasional, ditandai dengan kemenangan tipis Persib Bandung 1-0 atas Arema FC.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan optimisme tinggi bahwa turnamen ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan bagi pencinta sepak bola tanah air, melainkan juga instrumen strategis untuk memutar roda perekonomian lokal. Kehadiran puluhan ribu suporter dinilai menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang nyata bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area stadion.

Senada dengan Mendagri, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026 yang juga menjabat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi tata kelola area UMKM yang jauh lebih rapi dan representatif. Turnamen tahun ini juga menawarkan daya tarik lebih besar dengan kenaikan total hadiah bagi sang jawara menjadi Rp6 miliar, naik dari edisi sebelumnya sebesar Rp5,5 miliar.

Di atas lapangan hijau, duel klasik antara Persib Bandung dan Arema FC menyajikan atmosfer sengit di hadapan sekitar 23 ribu penonton. Maung Bandung sukses mengamankan tiga poin perdana berkat gol tunggal penyerang asal Brasil, Uilliam Barros, pada menit ke-24. Barros memanfaatkan umpan matang Berguinho dengan sontekan tumit cerdik yang gagal diantisipasi kiper Arema, Adi Satryo.

Laga ini juga menjadi debut emosional bagi rekrutan anyar Persib asal Montenegro, Balsa Sekulic. Meski gembira dengan kemenangan timnya, striker berusia 26 tahun itu mengaku cukup kecewa karena melewatkan satu peluang emas untuk mencetak gol perdana. Namun, ia berkomitmen untuk terus meningkatkan performa demi membantu Persib di laga-laga selanjutnya.

Selain sebagai stimulus ekonomi, Tito Karnavian menekankan pentingnya Piala Presiden sebagai kawah candradimuka untuk menjaring bibit-bibit unggul sepak bola nasional. Pembinaan usia muda yang konsisten melalui turnamen seperti ini diharapkan mampu menyuplai talenta berkualitas untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia agar siap bersaing di kancah dunia kelak.