Hasil sementara Sensus Ekonomi 2026 yang dirilis oleh Kantor Statistik Umum pada 13 Juli memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika ekonomi nasional. Tercatat terdapat hampir 6,3 juta badan usaha yang aktif beroperasi, dengan 859.048 di antaranya merupakan entitas bisnis yang menjalankan kegiatan produksi dan operasional secara resmi hingga akhir tahun 2025.
Sektor swasta non-negara menunjukkan ketangguhan luar biasa dengan 827.500 bisnis aktif, mencatatkan pertumbuhan sebesar 25,4% dibandingkan tahun 2020. Capaian ini menjadi bukti nyata efektivitas kebijakan pemerintah dalam mendorong sektor swasta sebagai tulang punggung ekonomi nasional di tengah gejolak pasar global yang menantang.
Di sisi lain, sektor investasi asing langsung (FDI) mencatatkan lonjakan pertumbuhan paling impresif sebesar 33,9% dalam lima tahun terakhir, dengan total 29.800 perusahaan aktif. Tren ini menegaskan posisi Vietnam sebagai destinasi investasi yang menarik serta keberhasilan negara dalam melakukan relokasi rantai pasokan global ke dalam negeri.
Transformasi struktural juga terlihat pada sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski jumlah entitas secara administratif mengalami penurunan, langkah ini mencerminkan fokus restrukturisasi yang lebih efisien dengan mengonsolidasikan sumber daya pada sektor-sektor strategis dan krusial.
Secara sektoral, industri jasa mendominasi dengan kontribusi 71,3% dari total unit usaha, sementara penyerapan tenaga kerja di sektor bisnis nasional mengalami peningkatan sebesar 19,7% dibandingkan tahun 2020. Pertumbuhan modal operasional yang mencapai 69,9% dalam lima tahun terakhir diproyeksikan akan terus memperkuat kapasitas produksi dan daya saing ekonomi Vietnam di masa depan.