Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah mematangkan rencana strategis untuk mendirikan Rumah Sakit Khusus Jantung dan Stroke di pusat ibu kota provinsi. Langkah ini diambil sebagai respons nyata atas tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular, khususnya gangguan kardiovaskular dan serebrovaskular, yang membutuhkan penanganan medis super cepat.

Untuk membiayai proyek infrastruktur kesehatan vital ini, pemerintah daerah berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp293 miliar kepada Bank Sumsel Babel. Skema pembiayaan ini dipilih guna mempercepat realisasi pembangunan tanpa membebani kas daerah secara mendadak, serta telah melalui kajian kelayakan finansial yang ketat dan akuntabel.

Selama ini, layanan darurat untuk pasien jantung dan stroke di Bangka Belitung masih bertumpu pada RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno. Namun, kendala geografis dan jarak tempuh sering kali menjadi hambatan besar bagi pasien untuk mendapatkan penanganan dalam fase kritis atau golden period. Selain itu, keterbatasan lahan di RSUD eksisting menyulitkan pengembangan ruang perawatan intensif seperti ICVCU.

Urgensi kehadiran rumah sakit khusus ini diperkuat oleh data epidemiologi yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2022 hingga 2024, ribuan warga tercatat menderita penyakit jantung koroner dan stroke dengan angka fatalitas yang terus membayangi. Kehadiran pusat layanan terpadu diharapkan mampu memangkas waktu rujukan secara signifikan.

Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak hidup warga negara. Pihaknya tidak ingin ada masyarakat yang kehilangan nyawa hanya karena terkendala jarak fasilitas kesehatan yang tidak memadai saat kondisi darurat.

Proyek mercusuar di sektor kesehatan ini telah diintegrasikan ke dalam 21 Program Prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Babel 2025–2029. Nantinya, rumah sakit baru tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas medis mutakhir, mulai dari Cathlab hingga Stroke Center guna memastikan penanganan komprehensif di tingkat lokal.