Penanganan stunting masih menjadi prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Belitung. Guna mempercepat penurunan angka stunting, dosen Program Studi DIII Keperawatan Kampus Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan fokus digitalisasi kader kesehatan.

Program yang berlangsung pada tahun 2026 ini menyasar 20 anggota kader kesehatan dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Desa Batu Itam, Kecamatan Sijuk. Melalui metode pembelajaran campuran (blended learning) selama dua hari, para peserta dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI) guna menciptakan konten edukasi kesehatan yang lebih interaktif.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Septy Nur Aini, S.Kep., Ns., M.Kep, menjelaskan bahwa penguasaan teknologi di era agen AI ini sangat krusial bagi kader yang berada di garis terdepan. Menurutnya, pemanfaatan alat digital yang tepat akan membantu para kader menyampaikan informasi gizi dan pola asuh secara lebih kreatif serta mudah dipahami oleh ibu balita dan masyarakat luas.

Sebelum dilaksanakan di Desa Batu Itam, inisiatif serupa juga sukses diterapkan di Desa Tanjung Binga. Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang berharap perluasan program pelatihan ini mampu memperkuat kapabilitas kader kesehatan di berbagai wilayah Belitung, sehingga pemantauan tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal dan bebas dari ancaman stunting.