PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) tengah tancap gas melakukan perampingan struktur organisasi perusahaan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap mandat Danantara Indonesia selaku pemegang saham institusi milik negara, yang menginstruksikan penyederhanaan portofolio bisnis agar lebih fokus dan efisien.
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, mengungkapkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memangkas jumlah anak usahanya dari 67 entitas menjadi kurang dari 20 perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan tumpang tindih fungsi operasional yang selama ini dianggap membebani kinerja grup.
Hingga pertengahan 2026, Telkom telah resmi melepas dua anak usaha di sektor layanan kesehatan, yakni AdMedika dan Telkomedika. Kedua entitas tersebut kini beralih kepemilikan kepada Fullerton Health, sebuah perusahaan penyedia layanan kesehatan asal Singapura.
Selain aksi divestasi, Telkom juga mengambil keputusan tegas untuk melikuidasi enam anak usaha yang dinilai tidak sejalan dengan kompetensi inti perusahaan. Entitas yang ditutup tersebut meliputi PT Citra Sari Makmur, PT Media Nusantara Data Global, PT Omni Inovasi Indonesia, Sigma AIT Bhd, PT Alam Pesona Wisata, dan PT Pojok Celebes Mandiri.
Proses likuidasi ini mencakup pengalihan layanan dan operasional ke unit bisnis induk agar tetap memberikan nilai tambah bagi ekosistem perusahaan. Misalnya, layanan konektivitas dari PT Citra Sari Makmur dialihkan ke Telkomsat, sementara layanan pusat data dari PT Media Nusantara Data Global diintegrasikan ke dalam ekosistem pusat data Telkom Group. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daya saing perseroan di pasar digital dan telekomunikasi nasional.