Tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur keselamatan berhasil mengamankan seorang pendaki berinisial RD di jalur pendakian Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, pada Senin (27/7/2026). Langkah cepat ini diambil setelah keberadaan RD yang membawa senjata senapan angin sempat memicu keresahan dan ketakutan di kalangan pendaki lainnya.
Aksi pengamanan ini bermula dari laporan para pendaki yang berpapasan langsung dengan RD di jalur pendakian. Selain membawa senjata, pernyataan-pernyataan yang dilontarkan RD juga dinilai intimidatif, sehingga memicu kekhawatiran massal. Menanggapi situasi darurat tersebut, Balai Registrasi Gunung Dempo (BRIGADE) segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penelusuran.
Ketua BRIGADE, Dian Saputra, menjelaskan bahwa prioritas utama operasi ini adalah menjamin keselamatan puluhan pendaki yang tengah berada di kawasan puncak. Saat insiden terjadi, tercatat ada sekitar 42 pendaki lain yang sedang melakukan aktivitas di Gunung Dempo. Tim penyelamat yang melibatkan unsur Basarnas, BPBD, TNI, Tagana, serta relawan lokal langsung dikerahkan untuk menyisir area guna meminimalisasi potensi bahaya.
Setelah melakukan penyisiran intensif, petugas berhasil menemukan RD dalam kondisi selamat. Proses evakuasi dan pengamanan berjalan kondusif tanpa adanya insiden kekerasan atau korban jiwa. Pihak BRIGADE menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi cepat dari seluruh elemen tim evakuasi dan masyarakat yang aktif memberikan informasi akurat di lapangan.
Pasca-evakuasi, pihak keluarga RD memberikan klarifikasi bahwa yang bersangkutan tengah mengalami gangguan kesehatan tertentu. Kendati demikian, pernyataan tersebut murni informasi keluarga dan bukan merupakan hasil diagnosis medis resmi dari pihak berwenang. Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang sempat terjadi di area wisata alam tersebut.
Atas kejadian ini, pengelola mengimbau seluruh pencinta alam untuk senantiasa mematuhi regulasi pendakian demi keselamatan bersama. Para pendaki juga diminta untuk segera melaporkan ke pos registrasi terdekat jika menemui aktivitas mencurigakan atau situasi yang berpotensi mengancam keamanan selama berada di jalur pendakian.