Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan peningkatan aktivitas pada Gunung Merapi selama periode pengamatan Senin (13/7/2026) malam. Tercatat sebanyak enam kali guguran lava pijar meluncur dari puncak gunung menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Meskipun secara visual tidak teramati adanya asap dari kawah selama periode pengamatan pukul 18.00 hingga 24.00 WIB, instrumen pemantauan mencatat dinamika internal yang signifikan. Tercatat 30 kali gempa guguran, tujuh kali gempa fase banyak atau hybrid, serta dua kali gempa tektonik jauh yang mengindikasikan suplai magma di dalam tubuh gunung masih terus berlangsung.

Hingga saat ini, BPPTKG tetap mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Masyarakat kembali diingatkan untuk mematuhi zona larangan beraktivitas, terutama pada sektor selatan-barat daya yang meliputi alur Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng, serta sektor tenggara di alur Sungai Woro dan Gendol.

Potensi ancaman awan panas guguran dan lontaran material vulkanik pada radius 3 kilometer dari puncak menjadi perhatian utama. Selain ancaman erupsi, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat turun hujan lebat di kawasan lereng puncak Merapi.