Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung yang berada di ketinggian 3.084 meter di atas permukaan laut ini dilaporkan kembali meletus pada Senin (6/7/2026) pukul 18.00 Wita.

Berdasarkan laporan resmi, letusan kali ini melontarkan kolom abu setinggi 1.500 meter di atas puncak. Visual abu yang berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut dilaporkan bergerak ke arah utara dan timur laut, dipicu oleh rekaman seismograf yang menunjukkan amplitudo maksimum 29,6 milimeter dengan durasi letusan selama 125 detik.

Dampak erupsi mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Wulanggitang. Sejumlah pemukiman seperti Desa Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, Nawakote, hingga Boru Kedang kini kembali terpapar hujan abu vulkanik yang intensitasnya dinilai warga semakin meningkat dalam dua pekan terakhir.

Di tengah kondisi ini, pihak otoritas geologi terus mengeluarkan peringatan tegas agar warga tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Situasi ini menambah beban warga yang sebelumnya sempat berharap kondisi gunung akan kembali stabil setelah status sempat diturunkan.

Menghadapi kenyataan bahwa status gunung kembali berada di Level III (Siaga), warga setempat mengaku hanya bisa meningkatkan kewaspadaan. Fenomena erupsi yang terjadi hampir setiap hari ini telah memaksa masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang terdampak aktivitas vulkanik secara terus-menerus.