Pemerintah Kota Pekanbaru terus berkomitmen melindungi generasi muda dari ancaman penyakit menular seksual. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui sosialisasi intensif yang menyasar para pelajar, salah satunya berlangsung di SMP Negeri 1 Pekanbaru pada Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengimbau generasi muda untuk lebih mawas diri dan membentengi diri dari risiko penularan HIV/AIDS.

Penyuluhan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mendalam sejak usia remaja mengenai bahaya virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh tersebut. Markarius menekankan bahwa edukasi dini merupakan instrumen krusial agar para siswa memiliki kesadaran tinggi dalam memilih lingkungan pertemanan dan menghindari pergaulan bebas yang berpotensi merusak masa depan mereka.

Untuk menyajikan pemahaman yang komprehensif, agenda edukasi ini tidak hanya memaparkan dampak HIV dari sudut pandang medis melalui pemaparan dokter ahli, melainkan juga menyentuh aspek moral keagamaan. Pendekatan dua arah ini diharapkan mampu menyentuh logika dan spiritualitas para pelajar, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Secara medis, penularan HIV didorong oleh aktivitas berisiko seperti penggunaan jarum suntik secara bergantian, hubungan seksual tanpa pengaman, transfusi darah yang tidak aman, serta penularan dari ibu ke anak selama masa kehamilan hingga menyusui. Kampanye ini juga meluruskan miskonsepsi di masyarakat dengan menegaskan bahwa kerentanan terhadap HIV tidak ditentukan oleh orientasi seksual seseorang, melainkan murni dari perilaku hidup yang tidak sehat.