Korem 064/Maulana Yusuf (MY) memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana dari aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau. Melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Provinsi Banten dan jajaran Kodim, TNI menekankan pentingnya edukasi publik yang terarah guna meminimalkan kepanikan masyarakat.

Rapat koordinasi taktis tersebut berlangsung di Makorem 064/MY, Kota Serang, dipimpin oleh Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 064/MY Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro mewakili Danrem. Pertemuan ini secara khusus merumuskan materi sosialisasi kebencanaan serta menyusun skenario simulasi evakuasi mandiri untuk warga terdampak.

Kolonel Inf Bayu Sigit menegaskan bahwa penyebaran informasi terkait mitigasi ini murni bertujuan untuk meningkatkan literasi kebencanaan warga. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk mereduksi risiko fatalitas apabila aktivitas gunung api di Selat Sunda tersebut sewaktu-waktu meningkat.

Dalam forum tersebut, pemerintah daerah setempat juga diminta segera mematangkan data pendukung logistik dan operasional. Hal ini meliputi verifikasi jalur evakuasi, ketersediaan posko pengungsian, hingga pendataan kelompok rentan seperti balita, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas agar proses penyelamatan berjalan lebih presisi.

Setelah tahapan sosialisasi rampung, Korem 064/MY bersama instansi terkait akan menyelenggarakan simulasi lapangan berskala besar. Latihan ini diharapkan mampu menguji efektivitas sistem peringatan dini, koordinasi antarlembaga, serta kesiapan warga pesisir Banten dalam merespons situasi darurat secara tenang.