Perselisihan keluarga yang dipicu oleh konflik bisnis jual beli daun tembakau di Kabupaten Banyuwangi nyaris berujung pada tragedi berdarah. Seorang pria bernama Tolak terpaksa melaporkan kerabatnya sendiri ke Polsek Wongsorejo setelah mendapat ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam jenis celurit.

Tolak, didampingi istrinya Kartika, mendatangi kantor polisi pada Rabu malam untuk mencari perlindungan hukum. Langkah ini diambil karena ia merasa keselamatannya terancam setelah bersitegang dengan pelaku, Bambang Sutrisno, yang masih terikat hubungan kekeluargaan sebagai kakak ipar.

Menurut keterangan Tolak, insiden tersebut bermula saat Bambang tiba-tiba mendatangi dirinya dengan membawa celurit yang sebelumnya disembunyikan di balik pakaian. Saat jarak semakin dekat, Bambang langsung mengacungkan senjata tajam tersebut, memaksa Tolak untuk segera menghindar demi menyelamatkan diri. Beruntung, warga sekitar segera melerai sebelum terjadi bentrokan fisik.

Tolak mengaku trauma dan khawatir ancaman serupa akan kembali terulang di masa mendatang karena konflik ini sudah berlangsung lama. Di sisi lain, Bambang tidak menampik dirinya membawa senjata tajam saat menemui Tolak. Ia berdalih tindakan nekat itu dipicu oleh permasalahan lama yang belum kunjung selesai di antara mereka.

Kepala Dusun Pancoran, Edi Sucipno, membenarkan adanya kegaduhan tersebut. Edi menjelaskan bahwa ia langsung bergegas ke lokasi setelah menerima laporan awal terkait potensi bentrokan bersenjata atau carok, meskipun situasi sudah mereda saat ia tiba di tempat kejadian.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wongsorejo, Aipda Oktorio Wisnu Pradana, menyatakan pihak kepolisian telah menerima laporan resmi dan tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Penyidik kini sedang memeriksa saksi-saksi guna mengungkap motif lengkap serta menindaklanjuti dugaan unsur pidana dalam kasus ini.