Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berkomitmen memperkuat ekosistem bisnis lokal dengan mendorong lahirnya wirausaha baru di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat secara merata.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Mataram, Hj Shinta Primasari, menegaskan pentingnya kehadiran UMKM baru sebagai pilar penopang kesejahteraan warga. Salah satu contoh nyata yang kini tengah didorong adalah usaha kopi keliling bertajuk Kopi Darat Maju dan Mapan (Kopdar 78). Kehadiran usaha rintisan ini dinilai sukses membuka peluang kerja baru di wilayah tersebut.
"Kopdar 78 menjadi contoh konkret bagaimana sebuah usaha mikro dapat menggerakkan roda ekonomi dari hulu ke hilir. Bahkan, perakitan gerobak jualan mereka memanfaatkan jasa perajin besi lokal di kawasan Babakan, Kota Mataram," ujar Shinta di sela sosialisasi regulasi Bale Mediasi di Mataram, Senin (27/7/2026).
Meski baru berjalan selama tiga bulan, usaha ini telah berkembang pesat dengan memiliki lima unit gerobak operasional. Selain itu, manajemen Kopdar 78 juga mulai membuka sistem kemitraan waralaba untuk memberikan kesempatan kepada warga Mataram yang ingin berwirausaha secara mandiri.
Pemilik Kopdar 78, H Ali Fikri, menargetkan penambahan armada menjadi 12 unit gerobak hingga akhir Juli 2026. Sasaran utama dari ekspansi ini adalah merangkul anak-anak putus sekolah agar memiliki kegiatan produktif dan penghasilan sendiri. Untuk menjamin kualitas, usaha ini juga telah mengantongi sertifikat halal MUI dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
Menawarkan tujuh varian rasa dengan harga terjangkau mulai dari Rp7.500 hingga Rp15.000 per gelas, Kopdar 78 mencatatkan rata-rata penjualan sebanyak 50 gelas per gerobak setiap harinya. Melalui model bisnis ini, diharapkan motivasi berwirausaha di kalangan masyarakat Mataram terus meningkat demi menekan angka pengangguran.