Kawasan Desa Rahtawu yang terletak di Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, kini tengah bersiap menyambut kehadiran ribuan pelari dari berbagai penjuru tanah air. Lintasan alam yang membentang di lereng Pegunungan Muria ini menawarkan perpaduan unik antara jalur menanjak yang menantang dengan kesejukan suasana hutan pegunungan, menjadikannya destinasi unggulan bagi para pegiat lari lintas alam.
Sebagai langkah persiapan menuju acara puncak pada Agustus 2026 mendatang, panitia telah menggelar rangkaian Road to Muria Trail Run di Stadion Jatidiri, Semarang, akhir pekan lalu. Kegiatan pemanasan ini diikuti oleh sekitar 100 pelari dari 13 komunitas berbeda, yang sekaligus menjadi ajang sosialisasi terkait rute dan konsep perlombaan yang akan diusung.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap pengembangan sport tourism berbasis alam. Menurutnya, pemanfaatan lanskap pegunungan di Jawa Tengah untuk ajang olahraga merupakan langkah strategis untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal di tiap daerah.
Lebih lanjut, pihak penyelenggara Muria Trail Run 2026, Yuda Kristiawan, menegaskan bahwa ajang ini mengusung konsep Eco Green Sport Tourism dengan spirit 'Stride for Sustainability'. Melalui pendekatan ini, para peserta tidak hanya ditantang secara fisik, tetapi juga diajak untuk berkontribusi aktif dalam pelestarian ekosistem dan pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan lereng Gunung Muria.