Pemkab Tabanan memperketat pengawasan keselamatan transportasi sekolah dengan mengadopsi teknologi digital. Sebanyak 244 armada angkutan gratis "Trans Siswa" kini dilengkapi dengan sistem pemantauan berbasis IoT dan kecerdasan buatan (AI) dari TransTrack guna melacak pergerakan armada secara langsung.
Langkah strategis ini merupakan bagian dari program "Ayo Selamat Sekolah" yang diinisiasi Dinas Perhubungan Tabanan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Badan Narkotika Kabupaten (BNK). Kebijakan ini diambil menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Bali yang tercatat mencapai 8.498 kasus sepanjang tahun 2025, dengan mayoritas insiden dipicu oleh kelalaian pengemudi.
Melalui integrasi GPS ini, pusat kendali Dishub Tabanan dapat memantau secara presisi pergerakan armada di 103 trayek yang tersebar di 10 kecamatan. Sistem ini melacak riwayat perjalanan, kepatuhan rute, hingga posisi kendaraan secara real-time demi mencegah penyimpangan rute dan meningkatkan akuntabilitas layanan bagi siswa SD dan SMP.
Selain peningkatan teknologi, aspek keselamatan juga diperkuat melalui pemeriksaan fisik bagi 244 pengemudi angkutan. Seluruh sopir diwajibkan menjalani tes kesehatan, tes bebas narkoba bersama BNK, serta pembekalan mengenai disiplin berlalu lintas demi menjamin keselamatan anak sekolah.
Founder & CEO TransTrack, Anggia Meisesari, menyatakan bahwa transparansi data operasional ini diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan armada sekaligus memberikan rasa aman bagi para orang tua. Ke depan, sistem ini juga disiapkan untuk mengadopsi teknologi Driver Monitoring System (DMS) guna mendeteksi kelelahan atau gangguan konsentrasi pengemudi secara otomatis.