Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Penggerak PKK bekerja sama dengan Dinas Kesehatan resmi menyelenggarakan pelatihan peningkatan kompetensi bagi 128 kader Posyandu. Kegiatan yang dipusatkan di Wisma Trans Malili ini bertujuan untuk memantapkan peran kader sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di setiap desa.
Asisten III Setdakab Luwu Timur, Askar, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa penguatan kapasitas kader merupakan langkah krusial dalam mendukung program pemerintah. Menurutnya, kader yang kompeten dan profesional adalah kunci dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian penyakit tidak menular di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang IV TP PKK, dr. A. Hiswanah, menjelaskan bahwa 25 kompetensi yang diajarkan mencakup lima klaster utama. Klaster tersebut meliputi pengelolaan Posyandu, kesehatan ibu dan anak, kesehatan remaja, hingga pemantauan kesehatan bagi usia dewasa dan lanjut usia. Pelatihan ini dirancang untuk mencakup seluruh siklus hidup manusia agar pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara optimal.
Metode pelatihan dilakukan secara komprehensif selama tiga hari, yang mengombinasikan sesi teori dan praktik lapangan. Pada hari terakhir, peserta akan melakukan simulasi langsung di Posyandu untuk mengasah keterampilan teknis, mulai dari teknik pengukuran, pengolahan data, hingga kemampuan komunikasi persuasif kepada masyarakat.
Melalui inisiatif ini, Pemkab Luwu Timur berharap para kader mampu menjadi motor penggerak kesehatan yang mandiri. Hal ini sejalan dengan visi daerah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera ke depannya.